Mikroskop sebagai Media Pembelajaran IPA
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
Nama : Kikih Jakiah Darojah
NIM : 1920.04.001
Mata Kuliah : Manajemen Sumber Belajar
Dosen Pengampu : M. Robie Awaludien S,
M.Pd
Prodi/Semester :
MPI/3
Fakultas : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)
Mikroskop sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas VII
Mengenal apa itu IPA?
1. Pengertian mikroskop
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat secara kasatmata. Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir di seluruh laboratorium untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil (mikroskopis). Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, mikroskopi adalah limu yang mempelajari benda kecil atau benda yang berukuran sangat kecil dengan menggugnakan mikroskop dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata seperti bakteri, dan lain-lain.
2. Mikroskop dapat terbagi menjadi 7 macam, yaitu
1. Mikroskop Cahaya/Mikroskop Analog
Salah satu alat untuk melihat sel mikroorganisme Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk bayangan tunggal (monokuler) atau ganda (binikuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat dudukan lensa obektif yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa mikroskop yang lain. Mikroskop cahaya ada dua jenis, yaitu mikroskop monokuler dan mikroskop binokuler. Kedua mikroskop ini pada dasarnya sama saja, hanya pada mikroskop binokuler, terdapat dua lensa okuler segambar Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari yang dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin in akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya matahari. Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan menentukan daya pisah specimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan.
2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah:
Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandinhkan denan mikroskop cahaya ssehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati
Sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total minimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lenda objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengaturan focus objek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
3. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektorn adalah sebuah mikroskop yang mampu melakuakan peambesaran obyek sampai duajuta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan p[embesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Mikroskop elektron sendiri masih terdiri atas beberapa jenis, yaitu:
a. Mikroskop transmisi elektron (TEM)
b. Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
c. Mikroskop pemindai elektron
d. Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
e. Mikroskop refleksi elektron (REM)
4. Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena cahaaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat, penggunaan cahaya ultra violet untuk pecahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop biasa. Batas daya pisah lalu menjadium. Karena cahaya ultra violet tak dapat dilihat oleh nata manusia, bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya9photografi Plate). Mikroskop ini menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu rumit serta mahal untuk dalam pekerjaan sehari-hari.
5. Mikroskop Flourescene
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini protein antibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu besifat khas, maka peristiwa pendar akanan terjadi apabila antigen yang dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar.
6. Mikroskop Medan Gelap
Mikroskop medan gelap digunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk. Mikroskop medan-Gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat.
7. Mikroskop Fase Kontras
Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam keadaan alamiahnya.Namun agak sulit mengamati benda hidup tanpa diberi warna dalam keadan hidup, selain itu, gelapnya fragma benda hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) tak tembus cahaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fasekontras. Prinsip alat ini sangat rumit, apabila mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup yang tidak diwarnai dan tidak dapat dilihat, walaupun begitu karena nucleus dalam sel, nucleus ini mengubah sedikit hubungan cahaya yang melalui meteri sekitar inti. Hubungan ini tidak dapat ditangkap oleh mata manusia disebut fase. Namun suatu susunan filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan mengubah perbedaan fase ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah terang dan bayangan yang dapat ditangkap oleh mata dngan demikian nucleus (dan unsure lain) yang sejauh ini tak dapat dilihat menjadi dapat dilihat.
3. Bagian bagian yang ada di mikroskop
Bagian mikroskop yang termasuk ke bagian optik adalah lensa okuler, lensa obyektif, diafragma, dan cermin. Lensa okuler merupakan lensa yang melakukan kontak langsung dengan mata kita. Fungsinya lensa okuler ini untuk memperbesar bayangan objek. Sedangkan lensa obyektif adalah lensa yang posisinya ada di dekat objek untuk memperbesar bayangan objek tersebut. Oh iya, lensa obyektif ini bisa diatur besar kecilnya, lho. Yang mengatur ini namanya revolver.
Lalu, diafragma dan cermin ini fungsinya apa? Diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang akan masuk ke lensa obyektif. Dengan kata lain, banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk ke mikroskop itu diatur oleh lensa obyektif ini. Kalau cermin ini berfungsi untuk menyalurkan cahaya yang sudah masuk lewat diafragma. Cerminnya juga terdiri dari 2 jenis, yaitu cermin datar dan cemrin cekung.
Setelah membahas bagian optiknya mikroskop, sekarang coba dibahas mengenai bagian mekaniknya mikroskop, yuk. Bagian mekanik mikroskop ini terdiri dari tabung mikroskop, meja preparat, penjepit, lengan mikroskop, mikrometer, makrometer, kondensor, sekrup, dan kaki mikroskop.
Tabung mikroskop ini berfungsi untuk menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif, supaya kamu bisa melihat objeknya dengan jelas. Kalau meja preparat ini fungsinya untuk meletakan objek yang akan diamati. Kemudian objek tersebut bisa dijepit dengan penjepit objek supaya nggak geser-geser selama kamu amati. Kalau lengan fungsinya apa? Buat digandeng? Hahaha bukan buat digandeng, ya. Tapi buat dijadikan pegangan ketika kamu membawa atau memindahkan mikroskopnya.
Bagian selanjutnya bernama mikrometer. Mikrometer ini bisa dikenal juga dengan sebutan pemutar halus. Mikrometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop dengan tempo yang lambat. Bentuknya mikrometer ini juga lebih kecil dibandingkan dengan makrometer. Lalu, apa bedanya mikrometer dengan makrometer? Kalau makrometer ini fungsinya untuk menggerakan tabung mikroskop dengan cepat. Ukurannya juga lebih besar dari mikrometer, lho.
Bagian selanjutnya bernama kondensor. Fungsi kondensor ini untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. Semacam penampungan cahaya gitu, ya. Hehehe. Lalu ada juga yang namanya sekrup. Fungsi sekrup ini apa, hayo? Fungsinya untuk mengatur sudutnya mikroskop ini. Bagian terakhirnya mikroskop ini namanya kaki mikroskop. Sesuai dengan namanya, kaki mikroskop ini untuk menyangga atau menopang mikroskop supaya nggak jatuh. Sama seperti kakimu, kan?
4. Langkah-langkah menggunakan mikroskop
Menggunakan mikroskop tidaklah sulit. Silakan baca langkah-langkah penggunaan berikut ini:
1) Ambillah mikroskop dari kotak penyimpanannya. Tangan kanan memegang bagian lengan mikroskop dan tangan kiri memegang alas mikroskop. Kemudian, mikroskop diletakkan di tempat yang datar, kering, dan memiliki cahaya yang cukup.
2) Putar revolver, sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi ”klik” pada revolver.
3) Pasang lensa okuler dengan lensa yang memiliki ukuran perbesaran sedang. Cahaya tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang), seperti yang terlihat pada gambar. Hal tersebut dapat diperoleh dengan cara berikut.
Atur diafragma untuk mendapatkan cahaya yang terang.
Atur cermin untuk mendapatkan cahaya yang akan dipantulkan ke diafragma sesuai kondisi ruangan. Pengaturan dilakukan dengan cara melihat melalui lensa okuler (apakah lapang pandang sudah terang/jelas?).
Ingat bahwa: beberapa mikroskop telah dilengkapi lampu, sehingga tidak perlu mencari cahaya, cukup mengatur posisi diafragma yang sesuai dengan kebutuhan cahaya terang dan lurus dengan lensa okuler dan objektif.
4) Siapkan preparat yang akan diamati, kemudian letakkan di meja. Aturlah agar bagian yang akan diamati tepat di tengah lubang meja preparat. Kemudian, jepitlah preparat itu dengan penjepit objek.
5) Aturlah fokus untuk memperjelas gambar objek dengan cara berikut.
Putar pemutar kasar (makrometer) secara perlahan sambil dilihat dari lensa okuler. Pemutaran dengan makrometer dilakukan sampai lensa objektif berada pada posisi terdekat dengan meja preparat. Ingat: Jangan memutar makrometer secara paksa karena akan menekan preparat dan menyebabkan peparat rusak/pecah/patah.
Lanjutkan dengan memutar pemutar halus (mikrometer), untuk memperjelas bayangan objek.
Jika letak preparat belum tepat, kaca objek dapat digeser dengan lengan yang berhubungan dengan penjepit. Jika tidak tersedia, preparat dapat digeser secara langsung.
6) Setelah preparat terlihat, untuk memperoleh perbesaran kuat gantilah lensa objektif dengan ukuran dari 10 x, 40 x, atau 100 x dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Usahakan agar posisi preparat tidak bergeser. Jika hal ini terjadi, kamu harus mengulangi dari awal.
7) Setelah selesai menggunakan mikroskop, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat penyimpanan.
5. Berikut ini merupakan video contoh dari hasil penggunaan mikroskop, yuk disimak agar tidak penasaran dan semakin bertambah pengetahuan.
Sumber : The shiny peanutWah cukup menarik bukan videonya, ketika pembelajaran dirumah mungkin Akan mudah untuk kamu mengaksesnya, namun berbeda lagi ketika kamu sedang berada disekolah, maka untuk para pengajar bisa memperlihatkan video ini dengan menggunakan infocus pada saat proses pembelajaran. Video ini mempunyai manfaat dan fungsi sebagai sarana bagi guru untuk dapat menyampaikan materi pelajaran menjadi lebih menarik, tidak hanya monoton, siswa tidak hanya diajak untuk berhayal dan membayangkan saja tetapi siswa dapat melihat kenyataan walaupun hanya melalui video maupun gambar.
Daftar Pustaka
https://www.miconos.co.id/2020/06/jenis-jenis-mikroskop.html?m=1
Buku ajar IPA kelas 7 revisi 2017 halaman 56-59
https://blog.ruangguru.com/ipa-kelas-7-yuk-belajar-menggunakan-mikroskop














Komentar
Posting Komentar